Archives for the month of: May, 2012

Empat belas atau lima belas tahun yang lalu saya memulai belajar memainkan instrumen musik yang bernama Gitar. Masih menempel di ingatan saya chord pertama yang saya kuasai adalah C dan almarhum Ayah saya yang mengajarkannya, guru musik pertama saya.

Saat itu saya sangat kesulitan untuk mempelajari chord guitar, mengingat umur saya baru sembilan tahun dan jari-jari mungil saya tidak cukup untuk menaklukkan besarnya fretboard gitar hitam Yamaha SG-200 milik almarhum Ayah saya. Alhasil, saya hanya bisa beberapa chord saja.

Saya merasa bosan hanya mempelajari chord, saya ingin memainkan sebuah lagu! Akhirnya dengan beberapa chord yang saya kuasai saat itu saya mencari lagu yang tepat untuk saya pelajari lebih lanjut. Thank God, saat itu di era 90-an banyak sekali lagu yang bagus dan cukup mudah untuk dipelajari karena lagu-lagu di era 90-an sangat sederhana, mungkin karena mereka (baca: musisi era 90-an) kebanyakan hanya mengeksplor empat chord saja. Setelah masa pencarian saya lakukan, akhirnya saya memutuskan untuk mempelajari lagu berjudul Creep dari Radiohead.

Kesulitan untuk mempelajari lagu milik Radiohead itu tidak seketika berhenti, saya masih sangat kesulitan untuk mempelajari lagu itu karena saya baru menyadari bahwa lagu itu menggunakan power chord, dan saya belum mempelajarinya. Karena saya sudah terlanjur suka lagu itu, maka saya memaksakan untuk mempelajari power chord (setidaknya hanya chord untuk lagu itu saja) dan itu rasanya sangat pegal, otot tangan saya tegang dan sakit, kulit di ujung jari-jari tangan kiri saya mulai mengelupas, tersiksa!! Tetapi akhirnya saya dapat menguasai lagu Creep dari Radiohead, lagu pertama yang saya kuasai.

Demikian sepenggal kisah antara Saya dan Radiohead, cukup senang dapat mengingatnya. Ingin rasanya cover lagu Radiohead.

Terima Kasih.

Bogor, 14 Mei 2012

Red namanya, ukulele kesayangan saya sekaligus teman karib saya, bentuknya kecil, imut-imut, dan selalu bisa ngebuat saya senyum. Ah! Sayang sekali semenjak dia pindah “warganegara” saya tidak pernah melihat wujudnya lagi, apalagi ngedenger suaranya. Sedikit kecewa, mungkin.

Awal bulan desember 2011 si Red sudah resmi jadi “warganegara” Taiwan, itu karena saya memberikan Red kpd seorang wanita ber-paspor Taiwan yang kebetulan pada awal bulan desember lalu berkunjung ke Bandung selama empat hari.

Enam bulan sudah saya tidak bermain ukulele, enam bulan sudah juga saya tidak melihat dan mendengar suara si Red, kangen?pasti lah! (tetapi saya tidak pernah menyesal melepas Red)

Semoga saja nanti saya bisa ngeliat dan ngedenger suara si Red lagi, dan tidak mendapatkan alesan yang sedikit membuat saya kecewa lagi ketika saya meminta wanita itu untuk sedikit berfoto ria dan bervideo ria bersama si Red.

Oh, selama wanita itu berkunjung ke Bandung, kami sempat merekam dua video, bernyanyi bersama, walaupun suara saya tidak sebaik suara dia. Dokumentasi video tersebut bisa diliat di akun youtube dan tumblr milik saya.

Demikian sepenggal kisah saya, ukulele, dan wanita ber-paspor Taiwan.