Ukulele

Ukulele, kalau diibaratkan itu seperti anak kecil yang baru umur 2 – 3 tahun, lagi lucu-lucunya dan ngegemesin.

Empat senar !! Tidak banyak memang, tetapi sudah cukup untuk membuat otot-otot mulut saya tertarik dan melakukan manuver senyuman setiap memainkan dan mendengar suaranya yang cute itu.

Mungkin saya harus berterimakasih kepada imigran asal Portugis yang membawa alat musik ini ke daratan Hawaii sehingga alat musik ini semakin merangkak popularitasnya dan akhirnya sekitar dua tahun yang lalu saya berjabat tangan dengan sosok alat musik mungil ini.

Awal, saya mencoba mengenal ukulele lebih dekat dengan melatih chord dasar sebagai bahasa awal agar saya dapat berkomunikasi dengan alat musik ini, meskipun masih terbata-bata. Saya cetak chord dasar tersebut di atas kertas berukuran A4 berfungsi sebagai kamus dan terlihat seperti catalogue. Saya beradaptasi sehingga akhirnya saya dapat berkomunikasi dengan cukup baik dan saya lebih mengenal lebih baik. Selanjutnya, saya terus dan terus mencoba lebih mengenal hingga akhirnya saya upload cara saya berkomunikasi dengan ukulele saya ke youtube account saya.

Dan buat teman-teman sekalian yang tertarik dan ingin lebih mendekatkan diri dengan yang namanya Ukulele ini, teman-teman sekalian bisa bertanya dan mendapatkan informasi di forum Indonesian Ukulele Community. Silahkan mampir jangan takut, adminnya baik kok.

Demikian sepenggal kisah awal saya berjabat tangan dengan sosok Ukulele. Thanks !!

Advertisements